20
August
2008
Saya akui saya adalah cewek boros se-apa ya enaknya?
Hmmmm se..gang lah!!!
Saya nggak ngerti dan bingung kemanakah uang saya pergi…
Soalnya barang bukti atas kepergiannya tidaklah ada dalam wujud yang nyata atau saya sudah lupa kali ya saya beli apa aja!!!!
Well nggak ngerti kenapa, saya selalu pusing aja dan ribet dalam hal melihat uang, apalagi mengaturnya. Semua cara sudah saya coba, mulai dari menyimpang sedikit nggak lebih dari 10.000perhari, cuman bawa dompet aja hingga mencatat semua pengeluaran saya hari itu juga.
Namun nggak ngerti kenapa bukannya tambah banyak… tapi tetep aja kebobolan.
Namanya cewek kali ya, kalau sudah shopping lupa daratan dan lautan. Mungkin disanalah letak uang saya. Tapi dipikir-pikir saya lebih suka window shopping, apalagi kalau ngeliat printed tee, langsung deh beli meski harga selangit. Trus perkiraan lari uang saya yang kedua adalah saya suka majalah, mulai dari majalah cewek hingga majalah film. Mungkin saya ini berpenyakit kali ya?! Entah kenapa saya jadinya seneng aja ngeliat gambar yang okeh di majalah disamping memang butuh majalah itu.*alasan membenarkan diri untuk beli majalah yang sebenernya nggak penting2 amat*
Kalau seperti ini bisa mati miskin saya, padahal umur masih 22 tahun. Cara apalagi yang bisa bikin hidup boros saya terkurangi? Paling nggak bisa hemat uang sedikit lah tiap bulannya. Kira-kira kenapa ya cewek bisa gitu? Kata seseorang sama aku: ” Eh…cara kamu gaul sama seseorang memepengaruhi alokasi bugeting kamu lho”
Ah…apa iya sie?
Berbagi
Posted: My Life, Women World
15
April
2008
Cari tempat magang tuh memang susah banget ya. Bisa buat hati ini sebel karena disuruh menunggu lama banget, tapi karena kita sudah butuh ya mau nggak mau harus ditunggu meski menunggu adalah penyakit yang mematikan.
Kadang juga pemikiran orang terhadap kita juga nggak sama. Ada yang okeh-okeh saja dan menyambut dengan hangat. Ada yang aduh buat aku jengkel banget! Belum ngomong sudah di caci maki duluan, sudah di rendahkan dan diremehkan duluan. Apakah karena aku kuliah di kampus yang mayoritas chinese dan kampus yang bergengsi? Aku nggak tahu juga kenapa orang itu berbuat demikian.
” Memangnya kamu bisa ya magang di sini, syuting dilapangan, harus mandi keringet, menghirup debu?!” Kata salah satu owner di SBY.
” Aku tuh nggak mau ya kalau anak magangku itu berbicara bahasa pasar!”
Masih banyak lagi pelecehan dan kata-kata penjatuhan mental yang dikeluarkan oleh si owner tadi. Padahal buat aku itu semua nggak pantas dia omongin, secara aku tuh belum berbicara apa tujuanku dan mau ngapain aku datang ke tempatnya. Kalau di lihat dari cara berpakaian, aku nggak salah kok justru rapi. Dilihat dari cara bicara, juga nggak ada masalah. Orang bapaknya start duluan sebelum aku dan beberapa temenku bicara. Kalau begini aku jadi ingat iklannya A-mild yang ” Yang muda yang nggak dipercaya”.
Memang susah ya kalau mau magang itu. Bagi beberapa orang yang sudah bekerja, kedatangan anak magang itu seperti kedatangan surga dengan sendirinya. Jadi dia bisa menjadi seorang diktaktor yang seenaknya, padahal dia tahu seharusnya dia menjadi seorang pembimbing yang baik dan mengayomi. Kok bisa seorang diktaktor? Ya bisa, aja.Seorang diktaktor adalah orang yang menyuruh anak magangnya membelikan dia makanan, minuman, pinjem pulsa dll sedangkan dia sendiri sibuk shopping atau malah bobok dikantor. Padahal dia tahu kalau tugas anak magang tidak seperti itu.
Bagi anak magang, kalau magang itu adalah masa-masa dimana dia dengan sukarela mencebloskan dirinya masuk kekandang macan! Tapi ya mau gimana lagi, itu adalah ketentuan dari kampus dan mau nggak mau memang kita harus menjalaninya. Mengingat setiap orang yang mau maju memang harus dimulai dari bawah dulu sebelum bisa jadi penguasa. Tapi ya tolonglah, sang penguasa jangan seenaknya menyuruh bawahan. Tidak kah kalian ingat dulu perasaan dan susahnya ketika dirimu masih berstatus “bawahan” atau “anak magang”?!
Berbagi
Posted: My Life, Women World