15
April
2008

Yang Muda, Yang Nggak Dipercaya!

Cari tempat magang tuh memang susah banget ya. Bisa buat hati ini sebel karena disuruh menunggu lama banget, tapi karena kita sudah butuh ya mau nggak mau harus ditunggu meski menunggu adalah penyakit yang mematikan.

Kadang juga pemikiran orang terhadap kita juga nggak sama. Ada yang okeh-okeh saja dan menyambut dengan hangat. Ada yang aduh buat aku jengkel banget! Belum ngomong sudah di caci maki duluan, sudah di rendahkan dan diremehkan duluan. Apakah karena aku kuliah di kampus yang mayoritas chinese dan kampus yang bergengsi? Aku nggak tahu juga kenapa orang itu berbuat demikian.

” Memangnya kamu bisa ya magang di sini, syuting dilapangan, harus mandi keringet, menghirup debu?!” Kata salah satu owner di SBY.
” Aku tuh nggak mau ya kalau anak magangku itu berbicara bahasa pasar!”

Masih banyak lagi pelecehan dan kata-kata penjatuhan mental yang dikeluarkan oleh si owner tadi. Padahal buat aku itu semua nggak pantas dia omongin, secara aku tuh belum berbicara apa tujuanku dan mau ngapain aku datang ke tempatnya. Kalau di lihat dari cara berpakaian, aku nggak salah kok justru rapi. Dilihat dari cara bicara, juga nggak ada masalah. Orang bapaknya start duluan sebelum aku dan beberapa temenku bicara. Kalau begini aku jadi ingat iklannya A-mild yang ” Yang muda yang nggak dipercaya”.

Memang susah ya kalau mau magang itu. Bagi beberapa orang yang sudah bekerja, kedatangan anak magang itu seperti kedatangan surga dengan sendirinya. Jadi dia bisa menjadi seorang diktaktor yang seenaknya, padahal dia tahu seharusnya dia menjadi seorang pembimbing yang baik dan mengayomi. Kok bisa seorang diktaktor? Ya bisa, aja.Seorang diktaktor adalah orang yang menyuruh anak magangnya membelikan dia makanan, minuman, pinjem pulsa dll sedangkan dia sendiri sibuk shopping atau malah bobok dikantor. Padahal dia tahu kalau tugas anak magang tidak seperti itu.

Bagi anak magang, kalau magang itu adalah masa-masa dimana dia dengan sukarela mencebloskan dirinya masuk kekandang macan! Tapi ya mau gimana lagi, itu adalah ketentuan dari kampus dan mau nggak mau memang kita harus menjalaninya. Mengingat setiap orang yang mau maju memang harus dimulai dari bawah dulu sebelum bisa jadi penguasa. Tapi ya tolonglah, sang penguasa jangan seenaknya menyuruh bawahan. Tidak kah kalian ingat dulu perasaan dan susahnya ketika dirimu masih berstatus “bawahan” atau “anak magang”?!



2 comments

  1. kutaraja:

    Yups, Setuju!
    Aku pernah gagal presentasi project di sebuah perusahaaan dan gagal karena masalah yang muda yang nggak dipercaya tadi. “saya senang sekali yang presentasi project kami pada hari ini adalah anakanak muda seperti kalian, saya tidak menyangka, tapi maaf kami akan coba pertimbangkannya lagi, blablablaaa..” ujar pimpinannya.
    Loh? kok jadi curhat… hehe
    Yah, orangtua pimpinan penguasa diktator dll, memang seprti itu..

  2. hadi:

    Mhhg,, sedikit berbagi, di tempat sy kerja, anak magang sangat membantu pekerjaan kami, setiap yg magang akan di tempatkan pada bagian yg sesuai jurusan mereka sekolah. Dan habis magang, mereka dapat juga imbalan sebagai rasa terima kasih kami…
    ^_^



Leave a Reply